Now Playing Tracks

Topengmu terlalu banyak, hingga tak jelas mana wajah aslimu

bibirmu pun semakin manis, entah hanya salut gula yang menyelimuti pahit

tak berani kumenilai, masa lalumu terlalu kental

ingin kutuang, kubuang, tapi mengalirpun sulit

mengendap, mengerak

sempat teraliri, tapi kemudian kembali mengering

ini objektif, memang

di mata mereka kau mungkin mempesona

di mataku, jangan tanya bagaimana

Cerita dalam sebuah rahasia ?

Bunga tidak selalu mampu berkembang dengan baik. Ada kalanya datang angin yang merusak kelopaknya hingga berguguran, ada pula kalanya datang serangga yang merugikan dan bunga pun tak merekah sempurna.

Ada yang bilang mencintai orang yang tidak mencintaimu memang sakit, tetapi mencintai tanpa berani mengungkapkannya jauh lebih sakit. Apa namanya itu ? cinta dalam diam ? tentu saja, bagaimana dia bisa tau kalau kau hanya diam dan tidak menyatakannya ? entah apa yang membuat seseorang bertahan dalam situasi seperti itu.

Bahkan mungkin ada yang lebih parah, kau dan dia sama-sama menyukai, dan diantaranya tidak ada yang berani mengutarakan. Entah apa penyebabnya, yaa mungkin sang wanita menunggu, hanya saja menunggu pun terkadang melelahkan hingga akhirnya membuatnya menjauh. Lalu, mengapa sang pria tidak mengambil langkah apa pun ? apa yang ditakutkan dari kenyataan yang disuguhkan jika dia benar-benar menyatakan apa yang dia rasa ?

Pengalaman dengan kehilangan memang tidak menyenagkan, karena sesuatu yang asalnya tiada kemudian ada, maka akan kembali tiada. Setiap orang pasti punya background yang membentuknya hingga pribadi yang kini ada, tergantung dari bagaimana dia menyikapi segala sesuatunya tentunya.

Beranjak dan berjalan ke depan, hapus air mata dan cerita

Saatnya melupakan

Jam berhenti, di dua belas

Kuhabiskan gelas demi gelas

Membuang pahit, sisa yang manis

Sampai akhirnya kulupa

Dan kau percaya, tak ada yang lebih baik dari ini

Apanya yang bahagia

Takkan ada cerita dalam sebuah rahasia

Lupakan saja dan jangan pernah kau kembali di sini

Keringkan semua luka, pergilah saja

Berlarilah karena kau akan kulupakan

dengan atau tanpa hati

Tak mengerti kenapa begini

Satu saat tanpa emosi

Satu saat penuh emosi

Satu saat tanpa mengerti

Satu saat penuh arti

Hanya bulan yang menjadi saksi

Selalu bulan, walau tanpa bintang menaburi

Dingin yang menusuk tak menjadi arti

Hangat sikapmu menyelimuti

Tapi hanya satu kali, mungkin tak pakai hati

Kala itu sungguh berarti

Ingin rasanya terus menyusuri

Tapi selalu tak mengerti mana yang sejati

Satu saat dengan arti

Satu saat hanya ilusi

Perlukah Ujian Nasional ?

Ujian Nasional sejak dahulu telah menjadi suatu momok yang menakutkan bagi siswa dan siswi di Indonesia, baik itu pelajar tingkat atas, pertama, bahkan yang terbaru adalah tingkat dasar. Tidak sedikit pelajar yang terganggu psikologisnya karena tekanan yang diterima akibat ketakutan dan kekhawatiran yang berlebih terhadap Ujian Nasional. Kelulusan adalah nilai mutlak yang menjadi harga mati. Bagi yang tidak lulus, maka seolah-olah masa depannya pun akan terlihat suram. Hal ini menimbulkan momok bagi para pelajar. Mereka khawatir bagaimana jika tidak dapat melewati Ujian Nasional dengan baik, maka ini mengakibatkan banyak efek samping yang ditimbulkan

Kelulusan menjadi harga mati yang harus dibeli dengan CARA APA PUN.

Bukan rahasia lagi kalau setiap tahun selalu saja ada oknum-oknum yang menawarkan bantuan berupa bocoran soal dan kunci jawaban dengan berbagai harga yang mencapai jutaan rupiah. Tentu saja ini mengajarkan praktik kecurangan yang secara otomatis ditanamkan dan tumbuh di dalam jiwa-jiwa calon penerus bangsa ini. Hal yang sangat memprihatinkan, menanamkan jiwa curang dan ketidakjujuran pada penerus bangsa. Dimana kita tahu kualitas bangsa ini benar-benar telah menglami degradasi, terutama degradasi moral yang dapat kita lihat dari para pemimpin-pemimpin dan petinggi-petinggi di negri ini. Kita selalu menuntut adanya pemimpin dengan moral dan kualitas yang baik, tetapi diwaktu yang bersamaan kita malah menciptakan generasi-generasi penerus dengan modal moral yang dikikis oleh berbagai praktik kecurangan dan ketidakjujuran.

Pengadaan dana untuk keberlangsungan kegiatan Ujian Nasional yang mencapai ratusan miliar rupiah.

Bukan suatu yang mustahil terjadi kecurangan dalam pengadaan dana yang disinyalir menjadikan praktik korupsi bagi oknum-oknum terkait yang tidak bertanggung jawab. Pemborosan dan penggunaan uang rakyat yang sungguh merugikan dan hanya memperkaya sekelompok oknum tidak bertanggung jawab dan merugikan jutaan orang dan khususnya para pelajar. Contohnya saja Ujian Nasional  tahun 2013 ini yang sarat akan kesmrawutan dan kekisruhan mengenai pengadaan lembar soal dan lembar jawaban. Keterlambatan pencetakan lembar soal yang mengakibatkan UN  mengalami penundaan tentu saja menimbulkan keresahan bagi para peserta ujian. Mereka tentunya kecewa dan merasa diombang-ambingkan dengan ketidakpastian jadwal UN. Selain keterlambatan pencetakan soal ujian, peserta ujian juga dikecewakan dengan kualitas  LJK yang bisa dibilang “lebih buruk daripada kertas pembungkus nasi” sungguh memprihatinkan. Lembar jawaban yang sangat menentukan hasil ujian malah sangat tidak mendukung dan riskan akan keinvalidan dalam pembacaan jawaban di komputer.

Lalu kemana perginya dana yang begitu besar ? hanya menjadi kertas pembungkus nasi kah ?

Pemborosan ujian, Ujian Akhir Nasional dan Ujian Akhir Sekolah.

Pengadaan kegiatan ujian tentu saja memerlukan dana yang besar dalam pelaksanaannya. Adanya dua kali ujian menimbulkan pembengkakan dana yang dikeluarkan oleh negara dan pemerintah. Selain itu, peserta ujian juga harus melakukan dua macam persiapan yang mengakibatkan perpecahan fokus dan konsentrasi peserta ujian, serta persiapan  mental dan fisik untuk menghadapi serangkaian ujian yang melelahkan.

Muncul pertanyaan apa gunanya nilai Ujian Nasional kalau untuk masuk PT yang diinginkan pun harus melakukan test ?

Nilai UN seolah-olah tidak ada gunanya, hanya mengindikasikan kita dapat melewati UN dengan baik. Tetapi untuk masuk ke perguruan tinggi yang diinginkan pun mereka harus kembali menjalani serangkaian ujian. Dimana serangkaian ujian ini selalu diikuti dengan serangkaian pembelajaran ekstra di tempat-tempat lembaga pendidikan yang menyediakan pelatihan UMPTN. Tentu saja materi UMPTN tidak sama dengan materi UN, maka peserta pun harus belajar lagi.Lulus UN juga tidak menjamin peserta beserta berhasil melewati UMPTN. Jadi untuk apa ada Ujian Nasional?

Lalu untuk apasih diadakan Ujian Nasional ? toh itu hanya memberatkan para pelajar, dan tidak menjamin apa pun. Malah sepertinya ujian nasional menjadi suatu ladang bagi oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan praktik pengayaan diri sendiri.

Soal-soal Ujian Nasional sebenarnya memiliki pembagian tipe berdasarkan pembagian wilayah di Indonesia. Sehingga, dengan Ujian Nasional juga tidak didapatkan keseragaman kualitas lulusan di seluruh daerah di Indonesia. Bukan Ujian Nasional namanya, hanya saja pelaksanaannya yang serentak di tingkat nasional. Jadi, akan sama saja jika ujian akhir hanya dilaksanakan di lingkup sekolah. Lagipula, bukankah pihak sekolah yang tahu bagaimana kualitas dari siswa dan siswinya? Jika ingin menyamakan kualitas lulusan, maka bisa didasarkan pada kurikulum yang menjadi landasan pengajaran di sekolah. Jadi, masih perlukah Ujian Nasional ?

Kanvas

Aku punya sebuah kanvas, tentunya tidak putih bersih. banyak coretan-coretan berbagai bentuk berwarna-warni. setiap seniman selalu punya karakter dalam goresan kuasnya, dalam setiap polesan warnanya. warna panas, dingin, harmonis, monokromatis, kontras, netral, memiliki ceritanya masing-masing.

Setiap memandangi kanvasku, selalu banyak cerita bermunculan. cerita yang direfleksikan dari setiap goresan. tentu saja goresan-goresan dengan berbagai warna itu memiliki banyak penafsiran. seni memang tentang rasa, tidak ada rumus-rumus dan formula untuk mendapatkan nilai yang mutlak. 

Tentunya tidak hanya aku sendiri yang mewarnai kanvasku, tidak hanya satu dua tangan yang turut menari menorehkan jejak-jejak berwarna di atas kanvas itu, kanvas dengan berbagai warna dan cerita.

Ketika satu pintu tertutup, sesungguhnya ada satu pintu lain yang terbuka. Hanya saja terkadang kita terlalu lama menatap ke arah satu pintu yang tertutup itu tanpa menyadari ada satu pintu lain yang terbuka.

Satu langkah ke depan atau ke belakang

Tuhan mengirimkan seseorang kedalam kehidupan orang lain memang dengan tujuan tertentu. entah itu untuk hidup bersamanya, atau untuk mengajarkan sesuatu kepadanya, bahkan seseorang terkadang dikirim Tuhan untuk menyembuhkan luka. namun, ada kalanya ketika luka itu telah sembuh, maka habislah masa berlaku seseorang itu di dalam hidup seorang lainnya. mungkin kemudian Tuhan mengirimnya untuk menyembuhkan luka pada orang yang lainnya lagi.

Tetapi selalu ada pelajaran baru yang ditinggalkannya ketika dia pergi meninggalkanmu. hanya saja mungkin pelajaran ini baru dapat dilihat ketika kita selangkah lebih dekat, atau selangkah lebih jauh. terkadang memang sulit memandang sesuatu yang tepat berada di depan hidung kita, atau kita akan sulit memandang dengan jelas ketika kita berada di dalamnya. maka dari itu kita harus keluar, atau kita harus mundur satu langkah. begitu juga ketika kita memandang terlalu jauh, maka kita akan perlu maju satu langkah agar lebih dekat dan dapat mengamati dengan seksama.

Tuhan memang selalu memberikan sesuatu dengan sesuatu di dalamnya.

Tidak pernah ada hanya satu interpretasi

Kenapa bisa begitu ? Sesuatu yang dulunya dianggap tidak seharusnya dilakukan, sekarang sepertinya dianggap tidak seharusnya tidak dilakukan. terkadang memang lucu, kenapa semua bisa tiba-tiba terbalik. disaat kamu menertawakan orang dengan tingkah bodohnya, sekarang kamulah orang bodohnya, dan mereka bukannya menertawakanmu, melainkan menatap bingung, barangkali sudah gila, mereka pikir.

Terkadang perubahan memang tidak selalu berjalan ke arah yang lebih baik. mungkin saja perubahan itu berjalan ke arah yang sebaliknya. tapi apalah kekuasaan manusia untuk mengatakan yang mana yang benar dan yang mana yang salah. bukankah memang tidak pernah ada hanya satu interpretasi dari segalanya ?

Lagipula perubahan memang selalu berjalan kan ? karena yang tidak pernah berubah adalah perubahan itu sendiri. mungkin kali ini kamu seperti ini, lalu beberapa saat lagi kamu akan seperti itu, dan mungkin suatu saat kamu akan kembali lagi menjadi seperti sebelumnya, atau menjadi lebih baik dari sebelumnya, atau mungkin bahkan malah menjadi lebih buruk dari sebelumnya ? tapi ingat, tidak pernah hanya ada satu interpretasi atas segalanya, bukan ?

Maka aku tidak habis pikir, kenapa bisa menjadi seperti itu. sederhana saja sebenarnya, tidak ada yang statis di dunia ini, dan juga tidak ada yang tidak mungkin, jadi ya mungkin saja semua itu bisa terjadi. mungkin saja semua kemungkinan bisa terjadi. karena ketika kita dapat memikirkannya, maka sebenarnya hal itu bukan hal yang mustahil untuk terjadi.

Belajarlah mencintai orang yang hari ini masih milikmu, sebelum dia pergi dari hidupmu. Hari ini mungkin dia masih mencintaimu, tapi mungkin besok takkan ada lagi cinta untukmu dan mungkin besok kamu yang akan lebih mencintai dia ketika dia telah pergi. Jadi, jangan pernah sia-siakan cinta yang sekarang ini mengisi hatimu.

Ikan kecil atau Ikan buas ?

Membayangkan saja bisa membuatmu tersenyum, tetapi sekaligus membuatmu terluka.

Terkadang kamu memang bermain-main di tepi pantai tapi tanpa sadar kamu sudah menyelam terlalu dalam di lautan. Panorama bawah laut memang indah, ikan-ikan kecil berwarna-warni, anemon laut yang menari-nari, dan  terumbu karang yang menawan hati. Terkadang karena terlalu asik menikmati indahnya bermain di lautan, kamu melupakan ganasnya laut itu sendiri. Bukankah banyak anemon laut yang beracun, mungkin kamu akan tersengat jika tidak berhati-hati. Atau mungkin ada ikan besar buas yang siap menerkammu sampai mati.

[Masih]

Masih ingat bagaimana senangnya menatap mata itu, mata yang sarat kasih dan kadang berubah jenaka. 

Masih ingat renyahnya gelak tawa itu, tawa yang selalu berhasil menghantarkan impuls canda tawa.

Masih ingat alunan nada itu, nada yang tak terlalu indah, tetapi tetap membekas dalam nuansa.

Masih ingat deretan kata itu, kata-kata yang sering terlontar menyulut rona merah muda dalam dada.

Guardian angel [wanna be?]

Kamu tidak berubah, masih selalu tampak bermasalah. entah benar keadaanmu atau hanya tipu dayamu.

Seorang gadis pernah -entah terlalu bodoh karena tertipu, atau terlalu mengasihi karena peduli- berlaku layaknya malaikat penjaga [guardian angel wanna be lebih tepatnya] untukmu. dia terlalu takut dengan keadaanmu, dan sesungguhnya dia pun tidah tau itu hanya sandiwara atau memang benar adanya. dia hanya tidak ingin sesuatu yang buruk benar-benar terjadi. tetapi sampai juga massanya kamu terbang berkelana menyusuri luasnya dunia dengan kedua sayapmu sendiri.

Hingga suatu saat gadis itu menemukan jejak-jejakmu. ternyata masih sama, selalu tampak bermasalah. entahlah itu benar atau tipu daya, atau mata gadis itu yang mudah terpedaya. semoga kamu baik-baik saja, di sana, dimana pun kamu berada, pasti akan ada malaikat penjaga.

Has been closed

Kisah tentang seorang pemuda yang berkelana mencari roti dengan kelembutan luar biasa dan aroma yang menggoda, dari toko roti satu ke toko roti lainnya, dari tempat satu ke tempat lainnya. dengan bertaruh ia meninggalkan toko roti favoritnya. semakin jauh ia melangkah, semakin bertambah toko-toko roti yang sempat ia kunjungi, hanya untuk mencari kelezatan dari adonan tepung, gula, telur, dan bahan-bahan lain yang terformulasi menghasilkan makanan yang lezat dan mengenyangkan.

Sayangnya, semakin jauh ia melangkah, semakin rindu ia dengan kelezatan roti favoritnya. satu yang tidak pernah ia perhitungkan, “bagaimana jika ia terlalu sibuk mencari dan membuang waktu yang sesungguhnya dapat ia gunakan untuk menikmati roti yang lezat di toko favoritnya?” ya, ia benar-benar tidak memperhitungkannya, hingga akhirnya ia menyesal karena ketika ia benar-benar merindukan kelezatannya, toko itu sudah tutup, yang tersisa hanya bangunan tanpa makna, meninggalkan sesal yang menerpa.

To Tumblr, Love Pixel Union